Me

Kamis, 28 Februari 2013

Makalah Siklus Haid dan Hubungan Hipotalamus & Hipofisis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada wanita terdapat siklus menstruasi. Siklus ini berkaitan dengan pembentukan sel telur dan pembentukan endometrium. Haid atau menstruasi merupakan suatu tanda  bahwa  alat kandungan menunaikan faalnya. Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid yang baru.
Biasanya, periode pertama terjadi sekitar usia 12 atau 13. Namun, beberapa anak perempuan mulai mengalami masa haid pada usia 8 atau 9 tahun, sedangkan yang lain mungkin lebih lama, sekitar umur 15 atau 16 tahun. Jika haid tidak terjadi pada saat seorang gadis sudah mencapai usia 16, sebaiknya ia segera menghubungi dokter untuk evaluasi. Haid biasanya dimulai sekitar 2 1/2 tahun setelah payudara gadis mulai berkembang, dan berkenaan dengan perkembangan pinggang dan rambut di sekitar vagina.
Hari mulainya perdarahan dinamakan hari pertama siklus. Panjang  siklus haid yang normal atau siklus dianggap sebagai siklus yang  klasik ialah 28  hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Juga pada kakak beradik bahkan saudara kembar, siklusnya selalu tidak sama. Lebih dari 90% wanita mempunyai siklus menstruasi antara 24 sampai 35 hari. Perbedaan siklus ini dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi.
Lama haid biasanya antara 3 – 6  hari, ada yang 1 – 2 hari dan diikuti darah sedikit sedikit kemudian, dan ada yang sampai 7 – 8 hari. Pada setiap wanita biasanya lama haid itu tetap. Kurang lebih 50% darah menstruasi dikeluarkan dalam 24 jam pertama. Cairan menstruasi terdiri dari autolisis fungsional, exudat inflamasi, sel darah merah, dan enzym proteolitik.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana gambaran tentang siklus menstruasi dan hubungan antara hipotalamus & hipofisis.
1.        Mengetahui apakah pengertian menstruasi (haid)?
2.       Mengetahui siklus menstruasi (haid)?
3.       Mengetahui siklus daur menstruasi (haid)?
4.      Mengetahui hubungan hipotalamus dan hopofisis?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian menstruasi (haid), gambaran tentang siklus menstruasi, dan hubungan antara hipotalamus & hipofisis .




BAB II
PEMBAHASAN
A.     PENGERTIAN MENSTRUASI (HAID)
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari.
Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan.
Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.
B.      SIKLUS MENSTRUASI (HAID)


Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium (indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur (ovarium) terbagi menjadi 3 bagian, yaitu siklus folikuler, siklus ovulasi dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi menjadi 4 fase, yaitu : fase menstruasi atau deskuamasi, fase post menstruasi atau stadium regenerasi, fase intermenstruum atau stadium proliferasi, dan fase pramenstruum atau stadium sekresi.
 

Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal. Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium (lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan terdalam rahim).  Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.
Siklus haid dapat ditinjau dari uterus maupun ovarium sebagai berikut :
*   SIKLUS UTERUS
Siklus uterus berupa pertumbuhan dan pengelupasan bagian dalam uterus -endometrium. Pada akhir fase menstruasi endometrium mulai tumbuh kembali dan memasuki fase proliferasi. Pasca ovulasi, pertumbuhan endometrium berhenti sesaat dan kelenjar endometrium menjadi lebih aktif – fase sekresi.
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus. Fase-fase tersebut adalah :
1.       Fase menstruasi atau deskuamasi
Pada masa ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai dengan perdarahan. Hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut dengan stratum basale, stadium ini berlangsung 4 hari. Dengan haid itu keluar darah, potongan potongan endometrium dan  lendir dari cervik. Darah tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan - potongan mukosa.  Hanya kalau banyak darah keluar maka fermen tersebut tidak mencukupi hingga timbul bekuan bekuan darah dalam darah haid. 
2.       Fase post menstruasi atau stadium regenerasi
Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan endometrium secara berangsur - angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel - sel epitel kelenjar endometrium. Pada waktu ini tebal endometrium ± 0,5 mm, stadium sudah mulai waktu stadium menstruasi dan berlangsung ± 4 hari.
3.      Fase intermenstruum atau stadium proliferasi
Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal  ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke 5 sampai hari ke 14 dari siklus haid. Fase proliferasi dapat dibagi dalam 3 subfase yaitu :
*     Fase proliferasi dini 
Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke 4 sampai hari ke 9.
Fase ini dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel, terutama dari mulut kelenjar. Kelenjar kebanyakan lurus, pendek dan sempit. Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi : sel - sel kelenjar mengalami mitosis. Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase  menstruasi dimana terlihat perubahan - perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboid. Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas mitosis, sel - selnya berbentuk bintang dan lonjong dengan tonjolan - tonjolan anastomosis. Nukleus sel stroma relatif besar karena sitoplasma relatif sedikit.
*     Fase proliferasi akhir
Fase ini berlangsung pada hari ke 11 sampai hari 14.
Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar  yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Stroma bertumbuh aktif dan padat.
4.      Fase pramenstruum atau stadium sekresi
Fase ini mulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke 14 sampai ke 28.
Pada fase ini endometrium kira - kira  tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang, berkeluk keluk dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi.
Memang tujuan perubahan ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. Fase ini dibagi atas :
1)      Fase sekresi dini 
Dalam fase ini endometrium lebih  tipis daripada fase sebelumnya karena kehilangan cairan, tebalnya  ± 4 – 5 mm. Pada saat ini dapat dibedakan beberapa lapisan, yaitu :
*      stratum basale, yaitu lapisan endometrium bagian dalam yang berbatasan   dengan lapisan miometrium. Lapisan ini tidak aktif, kecuali mitosis pada kelenjar.
*      stratum spongiosum, yaitu lapisan tengah berbentuk anyaman seperti spons. Ini disebabkan oleh banyak kelenjar yang melebar dan berkeluk keluk dan hanya sedikit stroma di antaranya.
*      stratum kompaktum, yaitu lapisan atas yang padat. Saluran saluran kelenjar sempit, lumennya berisi sekret dan stromanya edema.
2)      Fase sekresi lanjut
Endometrium dalam fase ini tebalnya 5 – 6 mm. Dalam fase ini terdapat peningkatan dari fase sekresi dini , dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkeluk keluk dan kaya dengan glikogen. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. Sitoplasma sel sel stroma bertambah.  Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan.
*   SIKLUS OVARIUM
Siklus indung telur (ovarium) terbagi menjadi 3 bagian, yaitu siklus folikuler, siklus ovulasi dan siklus luteal.
1.       FASE FOLIKULER ( hari 1 – 10 )
-        Pada awal siklus, kadar FSH dan LH relatif tinggi dan memicu / merangsang pertumbuhan 10 – 20 folikel namun hanya 1 folikel yang ‘dominan’ yang menjadi matang dan sisanya akan mengalami atresia.
-       Kadar FSH dan LH yang tinggi disebabkan oleh kadar estrogen dan progesteron yang rendah pasca fase haid sebelumnya.
-       Selama dan segera setelah haid, kadar estrogen relatif rendah namun akan kembali meningkat setelah masuk fase proliferasi
2.       FASE FOLIKULER ( hari 9 -14 )
-        Folikel membesar dan membentuk ruang penuh cairan (ANTRUM) - follicle d’graaf.
-        Follicle d’graaf : oosit dikelilingi oleh 2 – 3 lapisan sel granulosa yang disebut cumulus oophorus
-       Sejalan dengan maturasi folikel maka produksi estrogen (terutama estradiol) oleh sel granulosa meningkat dan mencapai puncaknya 18 jam menjelang ovulasi.
-       Peningkatan estradiol menyebabkan penurunan FSH dan LH ( proses umpan balik negatif )

3.      SIKLUS OVARIUM : OVULASI ( hari 14 )
-       Pembesaran folikel yang cepat dan diikuti dengan protrusi permukaan cortex ovarium serta keluarnya oosit berikut dengan cumulus oophorus ( ovulasi )
-       Peristiwa ini kadang disertai rasa nyeri : mittelschmerz
-       Kadar estradiol yang meningkat dengan cepat menjelang ovulasi menyebabkan kenaikan kadar LH secara mendadak dan penurunan FSH pada pertengahan siklus (mekanisme umpanbalik positif )
-       Sesaat sebelum ovulasi : kadar hormon estrogen menurun dan progestron naik  secara mendadak

4.      SIKLUS OVARIUM : FASE LUTEAL ( hari 15 - 28 )
-       Sel-sel granulosa dari sisa folikel yang telah mengalami ovulasi mengalami luteinisasi dan sisa folikel berubah menjadi CORPUS LUTEUM
-       Pada pasca ovulasi, corpus luteum merupakan sumber estrogen dan progesteron utama dari ovarium
-       Bila terjadi konsepsi, struktur corpus luteum dipertahankan oleh hCG yang dihasilkan oleh hasil konsepsi.
-       Bila tidak terjadi konsepsi, corpus luteum mengalami regresi dan siklus haid akan dimulai kembali.


C.      DAUR MENSTRUASI (HAID)
D.     HUBUNGAN HIPOTALAMUS dan HIPOFISIS
Hipotalamus mengontrol kerja dari kelenjar pituitari (kelenjar hipofisis). Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland karena banyak menyekresikan hormon dan memengaruhi kerja hormon yang dihasilkan oleh kelenjar lain di dalam tubuh. Hipotalamus terletak di bagian dalam-bawah otak. Kelenjar hipotalamus memerintahkan kelenjar hipofisis bagian depan dan belakang untuk menghasilkan atau menghambat produksi hormon kelenjar endokrin lain sesuai dengan kebutuhan. Hipotalamus sangat penting karena menjadi penghubung dan pengatur komunikasi antara sistem hormon dan sistem saraf. Selain itu, berperan juga dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon. Misalnya, jika tekanan darah turun, hipotalamus mengirimkan implus saraf ke kelenjar hipofisis bagian depan. Akbatnya, hipofisis menyekresikan ADH (antidiuretic hormone) yang menyebabkan tekanan darah naik. Hipotalamus juga dapat mengeluarkan hormon yang disebut releasing hormone dan inhibiting hormone.
Releasing hormone merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormon tertentu. Inhibiting hormone menekan kelenjar hipofisis sehingga tidak menyekresikan hormon tertentu. Dari 9 jenis hormon yang disekresikan kelenjar hipofisis, 7 hormon disekresikan bagian depan (anterior) hipofisis dan 2 lainnya oleh bagian belakang (posterior) hipofisis. Kelenjar hipofisis posterior tersusun atas jaringan saraf dan sebenarnya merupakan bagian dari hipotalamus. Kelenjar hipofisis anterior tersusun atas sel-sel endokrin yang menyintesis dan menyekresikan beberapa hormon ke dalam darah.
a.      Hipofisis Anterior
Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut (Campbell, 1998: 925).
1)      FSH (folikel stimulating hormone), berfungsi merangsang pematangan folikel de Graaf tempat sel telur berada.
2)      LH (lutenizing hormone), yaitu hormon yang berperan dalam pematangan sel gonad pada wanita.
3)     ACTH (adrenocorticotropic hormone), yaitu hormon yang berperan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.
4)     TSH (tyroid stimulating hormone), merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon tiroksin.
5)     Prolaktin, hormon ini mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.
6)     GH (growth hormone), merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.
7)     Endorfin, merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.

b.      Hipofisis Posterior
Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut :
1)      ADH (antidiuretic hormone), mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui mekanisme pengeluaran urine.
2)      Oxytocin, merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot rahim pada saat seorang wanita melahirkan.
Proses terjadinya haid sangat tergantung pada Mekanisme Umpan Balik antara Hipotalamus-Pituitary-Ovarium (HPO Axis).
Hipotalamus menghasilkan GnRH yang merangsang Kelenjar Hipofisis (pituitary) untuk mengeluarkan FSH (follicle stimulating hormone) yang berfungsi mematangkan folikel dan LH (luteinizing hormone) yang berperan dalam proses ovulasi. Dalam setiap siklus, folikel yang mengalami proses pematangan berjumlah lebih dari satu, namun dalam perjalanannya, hanya ada satu folikel yang disiapkan untuk ovulasi, sementara yang lain mengalami atresia. Folikel yang matang tersebut mengluarkan hormon estrogen, oleh karena itu kadar hormon estrogen dalam awal siklus relatif meningkat.
Meningkatnya estrogen menyebabkan negative feedback pada FSH. Sedangkan pada LH, menyebabkan positive feedback. Oleh karena itu, saat estrogen mencapai puncaknya, akan terjadi LH Surge (lonjakan LH) yang menstimulasi terjadinya ovulasi pada pertengahan siklus. Pecahnya folikel terjadi 16-24 jam setelah lonjakan LH. Lonjakan LH tersebut akan bertahan selama 24 jam dan akan menurun pada fase luteal seiring dengan menurunnya kadar estrogen. Menurunnya estrogen sendiri kemungkinan disebabkan oleh berubahnya struktur folikel. Selanjutnya folikel menjadi corpus luteum yang menghasilkan progesteron dan estrogen untuk menyiapkan endometrium (menebal) bila terjadi konsepsi.
 Bila terjadi konsepsi, selanjutnya corpus luteum akan dipelihara oleh hCG. Bila tidak terjadi konsepsi, secara perlahan corpus luteum menjadi atresia menjadi corpus albicans disertai dengan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron memberikan negative feedback pada hipotalamus dan hipofisis hingga memulai siklus baru.



BAB III
PENUTUP
-       Kesimpulan   :
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan.
Siklus menstruasi normal pada manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu siklus ovarium dan siklus uterus. Pembentukan sel telur pada siklus menstruasi disebut siklus ovarium yang terdiri atas fase folikuler, fase ovulasi, dan fase luteal. Sedangkan pada Siklus endometrium terdiri dari 4 fase yaitu, fase menstruasi, fase regenerasi, fase proliferasi dan fase sekresi.
Hipotalamus mengontrol kerja dari kelenjar pituitari (kelenjar hipofisis). Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland karena banyak menyekresikan hormon dan memengaruhi kerja hormon yang dihasilkan oleh kelenjar lain di dalam tubuh.
Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon.

-       Saran   :  
Penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, sehingga saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan makalah ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat menginginkan kritik dan saran anda